On Watch
Barang-barang mewah yang diduga hasil penjarahan saat kerusuhan di Prancis, seperti tas desainer, parfum, dan kosmetik, dilaporkan dijual murah di jalanan. Sejumlah warga menyebutkan bahwa barang-barang tersebut ditawarkan dengan potongan harga hingga 90 persen. Total kerugian akibat penjarahan diperkirakan mencapai 4,25 juta euro atau sekitar Rp86 miliar. Angka tersebut mencakup sekitar 3 juta euro dari toko Rolex di Marseille dan 1,25 juta euro dari toko Louis Vuitton di Bordeaux. Namun, asal usul barang yang ditawarkan dan dugaan keterkaitannya dengan penjarahan belum diverifikasi secara independen. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan apakah barang-barang tersebut benar-benar berasal dari toko yang dijarah. 📃: ndtv.com
🎥: X/ AmerEuropeSmart FM
Barang-barang mewah yang diduga hasil penjarahan saat kerusuhan di Prancis, seperti tas desainer, parfum, dan kosmetik, dilaporkan dijual murah di jalanan. Sejumlah warga menyebutkan bahwa barang-barang tersebut ditawarkan dengan potongan harga hingga 90 persen. Total kerugian akibat penjarahan diperkirakan mencapai 4,25 juta euro atau sekitar Rp86 miliar. Angka tersebut mencakup sekitar 3 juta euro dari toko Rolex di Marseille dan 1,25 juta euro dari toko Louis Vuitton di Bordeaux. Namun, asal usul barang yang ditawarkan dan dugaan keterkaitannya dengan penjarahan belum diverifikasi secara independen. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan apakah barang-barang tersebut benar-benar berasal dari toko yang dijarah. 📃: ndtv.com
🎥: X/ AmerEuropeSmart FM
Pasca demonstrasi besar di Paris, Prancis, pada 17 Oktober 2026, sejumlah barang mewah hasil penjarahan ditemukan dijual di lapak-lapak jalanan 3 hari setelahnya. Barang yang ditawarkan mulai dari tas desainer, parfum, kosmetik, hingga aksesori mahal. Demonstrasi tersebut awalnya digelar untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik, termasuk sektor pendidikan. Namun, aksi di sejumlah wilayah berujung bentrokan, perusakan, kebakaran, dan penjarahan toko. Sejumlah gerai mewah turut menjadi sasaran. Tak hanya di jalanan, barang-barang yang diduga berasal dari penjarahan juga dilaporkan muncul di platform jual beli daring, termasuk Vinted. Pihak platform menyatakan telah mengambil tindakan untuk mengidentifikasi dan menghapus iklan yang berkaitan dengan dugaan penjarahan. Pemerintah Prancis kini menghadapi tekanan untuk memperketat keamanan dan menindak perdagangan barang curian. Kerugian akibat kerusuhan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta euro, dengan ribuan tempat usaha terdampak. Meski demikian, asal-usul setiap barang yang dijual di jalanan maupun secara daring belum dapat dipastikan secara independen. Iya sih branded, tapi kalo belinya hasil jarahan agak gimana gitu ya… Sumber: AFP, Euronews, NDTV.Ting-ting NowStudio characters