Not who you're looking for? Others named Klan: television series · weekly political and business magazine in Albania · commune in Sassandra-Marahoué, Ivory Coast · radio station in Glasgow, Montana
On Watch
Barang-barang mewah dan branded yang diduga hasil penjarahan saat demonstrasi di Prancis pada 17 Oktober 2026, kini menjadi sorotan setelah terlihat dijajakan di pinggir jalan Paris. Berbagai barang mewah, mulai dari tas, pakaian, hingga aksesori, terlihat dijajakan di pinggir jalan Paris. Sementara itu, iklan mencurigakan yang menawarkan barang serupa, termasuk jam tangan, juga bermunculan di platform jual-beli daring. Dikutip dari Firstpost, dugaan penjualan kembali barang-barang hasil penjarahan ini mendorong pemerintah Prancis memperketat pengawasan terhadap peredaran barang yang dicurigai berasal dari tindak pencurian. Pemerintah juga memanggil sejumlah platform jual-beli untuk membahas langkah pencegahan. Platform daring seperti Vinted turut meningkatkan pengawasan setelah menemukan lonjakan iklan mencurigakan. Kerusuhan tersebut dilaporkan berdampak pada sekitar 3.000 toko, dengan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta euro. Kini, pengawasan diperketat untuk mencegah barang-barang yang diduga hasil penjarahan kembali beredar melalui pasar barang bekas. Klik dan follow biar nggak kudet IG, Tiktok, Fanpage, Facebook Nyata MediaNyata Media
🛍️ Barang-barang brand mewah ternama mendadak marak dijajakan di jalanan Paris, diduga kuat merupakan hasil penjarahan saat kerusuhan! Peristiwa kerusuhan yang melanda Prancis pada 17 Oktober 2026 lalu menyisakan dampak besar. Berbagai produk kelas atas seperti tas, pakaian, hingga aksesori dari rumah mode ternama seperti Louis Vuitton, Hermès, dan Céline kini terlihat mulai ditawarkan secara bebas di jalanan. Aksi penjarahan tersebut berdampak pada sekitar 3.000 toko dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta euro.
Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Prancis mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas penjualan barang yang dicurigai hasil curian. Platform marketplace daring seperti Vinted pun turut memperketat sistem keamanan dan pengawasan usai mendeteksi adanya lonjakan iklan mencurigakan. Bagaimana pendapat Anda mengenai maraknya penjualan barang jarahan di ruang publik ini? Tulis tanggapan Anda di kolom komentar! 👇infomasi.com
Pasca demonstrasi besar di Paris, Prancis, pada 17 Oktober 2026, sejumlah barang mewah hasil penjarahan ditemukan dijual di lapak-lapak jalanan 3 hari setelahnya. Barang yang ditawarkan mulai dari tas desainer, parfum, kosmetik, hingga aksesori mahal. Demonstrasi tersebut awalnya digelar untuk memprotes kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik, termasuk sektor pendidikan. Namun, aksi di sejumlah wilayah berujung bentrokan, perusakan, kebakaran, dan penjarahan toko. Sejumlah gerai mewah turut menjadi sasaran. Tak hanya di jalanan, barang-barang yang diduga berasal dari penjarahan juga dilaporkan muncul di platform jual beli daring, termasuk Vinted. Pihak platform menyatakan telah mengambil tindakan untuk mengidentifikasi dan menghapus iklan yang berkaitan dengan dugaan penjarahan. Pemerintah Prancis kini menghadapi tekanan untuk memperketat keamanan dan menindak perdagangan barang curian. Kerugian akibat kerusuhan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta euro, dengan ribuan tempat usaha terdampak. Meski demikian, asal-usul setiap barang yang dijual di jalanan maupun secara daring belum dapat dipastikan secara independen. Iya sih branded, tapi kalo belinya hasil jarahan agak gimana gitu ya… Sumber: AFP, Euronews, NDTV.Ting-ting NowIn the Arcade
Studio characters